Selasa, 23 September 2014

membuat jaringan vpn



Cara Membangun VPN (Virtual Private Network) Via Mikrotik
Pada artikel kali ini Saya mau bahas tentang VPN dan sekaligus memperaktekkannya, tapi kali ini VPN yang di bangun itu menggunakan router Mikrotik, sebetulnya apa sih VPN itu sendiri? Virtual private network atau disingkat VPN adalah variasi lain dari skema jaringan yang dibangun sebagai jaringan khusus dengan menggunakan jaringan internet umum. Karena menggunakan jaringan internet, sebuah perusahaan yang membuat WAN (Wide Area Network) berbasis VPN ini mampu menjangkau area yang sangat luas dan lintas geografi. VPN menyediakan koneksi poin-to-poin baik kepada kantor cabang maupun kepada seorang karyawan yang sedang bertugas ditempat lain.
jadi kira kira koneksi di bangun itu lebih secure, ada pipa khusus yang dibangun untuk menghubungkan kantor cabang ke rumah misalnya jika mau di remote dari rumah,jadi jika VPN telah bekerja maka seorang yang meremote dari rumah tadi bisa terhubunga dengan network yang di remotenya.Nah jadi seperti itu kronologi singkatnya
ok sekarang langsung di praktekin saja biar lebih paham untuk konfigurasi membangun VPN tersebut.
langsung buka mikrotik via winbox dan login, jika sudah login pada menu sebelah kiri klik PPP.jika jendela baru telah terbuka, pada menu interface klik tanda Plus (+) dan pilih PPTP Server

jika sudah klik menu Secrets, dan klik tanda Plus (+) . Disini saya menggunakan IP 100.100.1.1 untuk IP local di mikrotik dan IP 100.100.1.2 untuk IP client yang nanti nya meremote. untuk IP ini terserah tidak ada masalah

kemudian kembali ke menu interface, pada sub menunya pilih PPTP Server

OK untuk konfigurasi PPTP Servernya telah selesai, sekarang kita buat PPTP Clientnya agar nantinya PC yang meremote bisa terhubung ke VPN server yang ada di mikrotik terebut.untuk konfigurasinya hampir sama

pada Menu Interface klik tanda Plus (+) dan pilih PPTP Client, kalau jendela baru telah keluar, setting di menu Dial Up nya seperti gambat di bawah,pada Connect To isi IP publik router tersebut agar VPN nya bisa terhubung ke luar,dan isi user name dan password yang telah di setting


setelah itu klik Apply dan OK maka settingan pada sisi router telah selesai, sekarang kita setting pada komputer supaya terhubung dengan VPN tersebut, di sini saya terhubung jaringan internet agar bisa terhubung dengan VPN nya 

Minggu, 22 Juni 2014

penawaran jasa internet khusus untuk warnet dan office

numpang iklan agan-agan semua

butuh jasa internet :
lokasi jakarta selatan dan sekitarnya
khusus untuk warnet dan office bisa inbox
dijamin konecsi stabil dan pelayanan SLA 98%.
konecsi dedicated 1:1 mulai dari : local iix :1mb - 10mb sampai internasional int :256kbps-3072kbps .
harga disesuaikan dengan kebutuhan warnet dan office
terima kasih

No hp : 083879470186 what's app
bbm : 793f891a
email : dani@iptrans.co.id

Senin, 02 Juni 2014

Jual Bibit Belut Size 20cm Perkilo 60rbu

Empat Bulan Panen Belut

Membesarkan belut hingga siap panen dari bibit umur 1-3 bulan butuh waktu 7 bulan. Namun, Ruslan Roy, peternak sekaligus eksportir di Jakarta Selatan, mampu menyingkatnya menjadi 4 bulan. Kunci suksesnya antara lain terletak pada media dan pengaturan pakan.

Belut yang dipanen Ruslan rata-rata berbobot 400 g/ekor. Itu artinya sama dengan bobot belut yang dihasilkan peternak lain. Cuma waktu pemeliharaan yang dilakukan Ruslan lebih singkat 3 bulan dibanding mereka. Oleh karena itu, biaya yang dikeluarkan Ruslan pun jauh lebih rendah. Selain menekan biaya produksi, panen dalam waktu singkat itu mampu mendongkrak ketersediaan pasokan, ujar Ruslan.

Pemilik PT Dapetin di Jakarta Selatan itu hanya mengeluarkan biaya Rp8.000 untuk setiap kolam berisi 200 ekor. Padahal, biasanya para peternak lain paling tidak menggelontorkan Rp14.000 untuk pembesaran jumlah yang sama. Semua itu karena Ruslan menggunakan media campuran untuk pembesarannya.

Media campuran

Menurut Ruslan, belut akan cepat besar jika medianya cocok. Media yang digunakan ayah dari 3 anak itu terdiri dari lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk TSP, dan mikroorganisme stater. Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater. Berikutnya kompos setinggi 5 cm. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg.

Karena belut tetap memerlukan air sebagai habitat hidupnya, kolam diberi air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. Jangan lupa tanami eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut. Eceng gondok harus menutupi ¾ besar kolam, ujar peraih gelar Master of Management dari Philipine University itu.

Bibit belut tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu baru bibit dimasukkan.

Pakan hidup

Berdasarkan pengalaman Ruslan, sifat kanibalisme yang dimiliki Monopterus albus itu tidak terjadi selama pembesaran. Asal, pakan tersedia dalam jumlah cukup. Saat masih anakan belut tidak akan saling mengganggu. Sifat kanibal muncul saat belut berumur 10 bulan, ujarnya. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor. Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m, saya dapat memasukkan hingga 9.400 bibit, katanya.

Pakan yang diberikan harus segar dan hidup, seperti ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17.00. Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma xanthorhiza. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. Setelah dingin, air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pilih tempat yang biasanya belut bersembunyi, ujar Ruslan.

Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 40 kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg.

Hujan buatan

Selain pakan, yang perlu diperhatikan kualitas air. Bibit belut menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Air basa akan tampak merah kecokelatan. Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Belut yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati, ujar Son Son. Untuk mengatasinya, pH air perlu rutin diukur. Jika terjadi perubahan, segera beri penetralisir.

Kehadiran hama seperti burung belibis, bebek, dan berang-berang perlu diwaspadai. Mereka biasanya spontan masuk jika kondisi kolam dibiarkan tak terawat. Kehadiran mereka sedikit-banyak turut mendongkrak naiknya pH karena kotoran yang dibuangnya. Hama bisa dihilangkan dengan membuat kondisi kolam rapi dan pengontrolan rutin sehari sekali, tutur Ruslan.

Suhu air pun perlu dijaga agar tetap pada kisaran 26-28oC. Peternak di daerah panas bersuhu 29-32oC, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, perlu hujan buatan untuk mendapatkan suhu yang ideal. Son Son menggunakan shading net dan hujan buatan untuk bisa mendapat suhu 26oC. Bila terpenuhi pertumbuhan belut dapat maksimal, ujar alumnus Institut Teknologi Indonesia itu.

Shading net dipasang di atas kolam agar intensitas cahaya matahari yang masuk berkurang. Selanjutnya 3 saluran selang dipasang di tepi kolam untuk menciptakan hujan buatan. Perlakuan itu dapat menyeimbangkan suhu kolam sekaligus menambah ketersediaan oksigen terlarut. Ketidakseimbangan suhu menyebabkan bibit cepat mati, ucap Son Son.

Hal senada diamini Ruslan. Jika tidak bisa membuat hujan buatan, dapat diganti dengan menanam eceng gondok di seluruh permukaan kolam, ujar Ruslan. Dengan cara itu bibit belut tumbuh cepat, hanya dalam tempo 4 bulan sudah siap panen. (Hermansyah)

Mari Rebut Pasar Belut

Siang itu Juli 2006 di Batutulis, Bogor. Pancaran matahari begitu terik membuat Ruslan Roy berteduh. Ia tetap awas melihat kesibukan pekerja yang memilah belut ke dalam 100 boks styrofoam. Itu baru 3,5 ton dari permintaan Hongkong yang mencapai 60 ton/hari, ujar Ruslan Roy.

Alumnus Universitras Padjadjaran Bandung itu memang kelimpungan memenuhi permintaan belut dari eksportir. Selama ini ia hanya mengandalkan pasokan belut dari alam yang terbatas. Sampai kapan pun tidak bisa memenuhi permintaan, ujarnya. Sebab itu pula ia mulai merintis budidaya belut dengan menebar 40 kg bibit pada Juli 1989.

Roy-panggilan akrab Ruslan Roy-memperkirakan seminggu setelah peringatan Hari Kemerdekaan ke-61 RI semua Monopterus albus yang dibudidayakan di kolam seluas 25 m2 itu siap panen. Ukuran yang diminta eksportir untuk belut konsumsi sekitar 400 g/ekor. Bila waktu itu tiba, eksportir di Tangerang yang jauh-jauh hari menginden akan menampung seluruh hasil panen.

Untuk mengejar ukuran konsumsi, peternak di Jakarta Selatan itu memberi pakan alami berprotein tinggi seperti cacing tanah, potongan ikan laut, dan keong mas. Pakan itu dirajang dan diberikan sebanyak 5% dari bobot tubuh/hari.

Dengan asumsi tingkat kematian 5-10% hingga berumur 9 bulan, Roy menghitung 4-5 bulan setelah menebar bibit, ia bakal memanen 400 kg belut. Dengan harga Rp40.000/kg, total pendapatan yang diraup Rp16-juta. Setelah dikurangi biaya-biaya sekitar Rp2-juta, diperoleh laba bersih Rp14-juta.

Keuntungan itu akan semakin melambung karena pada saat yang sama Roy membuat 75 kolam di Rancamaya, Bogor, masing-masing berukuran sekitar 25 m2 berkedalaman 1 m. Pantas suami Kastini itu berani melepas pekerjaannya sebagai konsultan keuangan di Jakarta Pusat.

Perluas areal

Nun di Bandung, Ir R. M. Son Son Sundoro, lebih dahulu menikmati keuntungan hasil pembesaran belut. Itu setelah ia dan temannya sukses memasok ke beberapa negara. Sebut saja Hongkong, Taiwan, Cina, Jepang, Korea, Malaysia, dan Thailand. Menurut Son Son pasar belut mancanegara tidak terbatas. Oleh karena itu demi menjaga kontinuitas pasokan, ia dan eksportir membuat perjanjian di atas kertas bermaterai. Maksudnya agar importir mendapat jaminan pasokan.

Sejak 1998, alumnus Teknik dan Manajemen Industri di Institut Teknologi Indonesia, itu rutin menyetor 3 ton/hari ke eksportir. Itu dipenuhi dari 30 kolam berukuran 5 m x 5 m di Majalengka, Ciwidey, Rancaekek, dan 200 kolam plasma binaan di Jawa Barat. Ia mematok harga belut ke eksportir US$4-US$5, setara Rp40.000-Rp60.000/kg isi 10-15 ekor. Sementara harga di tingkat petani plasma Rp20.000/kg.

Permintaan ekspor belut

Negara Tujuan Kebutuhan (ton/minggu)
Jepang 1.000
Hongkong 350
Cina 300
Malaysia 80
Taiwan 20
Korea 10
Singapura 5
Sumber: Drs Ruslan Roy, MM, Ir R. M. Son Son Sundoro, www.eelstheband.com, dan telah diolah dari berbagai sumber.

Terhitung mulai Juli 2006, total pasokan meningkat drastis menjadi 50 ton per hari. Itu diperoleh setelah pria 39 tahun itu membuka kerjasama dengan para peternak di dalam dan luar Pulau Jawa. Sebut saja pada awal 2006 ia membuka kolam pembesaran seluas 168 m2 di Payakumbuh, Sumatera Barat. Di tempat lain, penggemar travelling itu juga membuka 110 kolam jaring apung masing-masing seluas 21 m2 di waduk Cirata, Kabupaten Bandung. Total jenderal 1-juta bibit belut ditebar bertahap di jaring apung agar panen berlangsung kontinu setiap minggu. Dengan volume sebesar itu, ayah 3 putri itu memperkirakan keuntungan sebesar US$2.500 atau Rp 20.500.000 per hari.

Di Majalengka, Jawa Barat, Muhammad Ara Giwangkara juga menuai laba dari pembesaran belut. Sarjana filsafat dari IAIN Sunan Gunungjati, Bandung, itu akhir Desember 2005 membeli 400 kg bibit dari seorang plasma di Bandung seharga Rp11,5- juta. Bibit-bibit itu kemudian dipelihara di 10 kolam bersekat asbes berukuran 5 m x 5 m. Berselang 4 bulan, belut berukuran konsumsi, 35-40 cm, sudah bisa dipanen.

Dengan persentase kematian dari burayak hingga siap panen 4%, Ara bisa menjual sekitar 3.000 kg belut. Karena bermitra, ia mendapat harga jual Rp12.500/ kg. Setelah dikurangi ongkos perawatan dan operasional sebesar Rp9- juta dan pembelian bibit baru sebesar Rp11,5- juta, tabungan Ara bertambah Rp17-juta. Bagi Ara hasil itu sungguh luar biasa, sebab dengan pendapatan Rp3- juta- Rp4-juta per bulan, ia sudah bisa melebihi gaji pegawai negeri golongan IV.

Bibit meroket

Gurihnya bisnis belut tidak hanya dirasakan peternak pembesar. Peternak pendeder yang memproduksi bibit berumur 3 bulan turut terciprat rezeki. Justru di situlah terbuka peluang mendapatkan laba relatif singkat. Apalagi kini harga bibit semakin meroket. Kalau dulu Rp10.000/kg, sekarang rata-rata Rp27.500/kg, tergantung kualitas, ujar Hj Komalasari, penyedia bibit di Sukabumi, Jawa Barat. Ia menjual minimal 400-500 kg bibit/bulan sejak awal 1985 hingga sekarang.

Pendeder pun tak perlu takut mencari pasar. Mereka bisa memilih cara bermitra atau nonmitra. Keuntungan pendeder bermitra: memiliki jaminan pasar yang pasti dari penampung. Yang nonmitra, selain bebas menjual eceran, pun bisa menyetor ke penampung dengan harga jual lebih rendah 20-30% daripada bermitra. Toh, semua tetap menuai untung.

Sukses Son Son, Ruslan, Ara, dan Komalasari memproduksi dan memasarkan belut sekarang ini bak bumi dan langit dibandingkan 8 tahun lalu. Siapa yang berani menjamin kalau belut booming gampang menjualnya? ujar Eka Budianta, pengamat agribisnis di Jakarta.

Menurut Eka, memang belut segar kini semakin dicari, bahkan harganya semakin melambung jika sudah masuk ke restoran. Untuk harga satu porsi unagi-hidangan belut segar-di restoran jepang yang cukup bergengsi di Jakarta Selatan mencapai Rp250.000. Apalagi bila dibeli di Tokyo, Osaka, maupun di restoran jepang di kota-kota besar dunia.

Dengan demikian boleh jadi banyak yang mengendus peluang bisnis belut yang kini pasarnya menganga lebar. Maklum pasokan belut-bibit maupun ukuran konsumsi-sangat minim, sedangkan permintaannya membludak. (Hermansyah/Peliput: Lani Marliani)


1. SEJARAH SINGKAT
Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat  memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka  memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di  rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut  mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan  menjadi salah satu komoditas ekspor.

2. SENTRA PERIKANAN
Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong,  Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai
pos penampungan.

3. JENIS
Klasifikasi belut adalah sebagai berikut :
Kelas : Pisces
Subkelas : Teleostei
Ordo : Synbranchoidae
Famili : Synbranchidae
Genus : Synbranchus
Species : Synbranchus bengalensis Mc clell (belut rawa); Monopterus albus Zuieuw (belut sawah); Macrotema caligans Cant (belut kali/laut)

Jadi jenis belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Namun demikian jenis belut yang sering dijumpai adalah jenis belut sawah.

4. MANFAAT
Manfaat dari budidaya belut adalah:
1) Sebagai penyediaan sumber protein hewani.
2) Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
3) Sebagai obat penambah darah.

5. PERSYARATAN LOKASI
1) Secara klimatologis ikan belut tidak membutuhkan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. Ketinggian tempat budidaya ikan belut dapat berada di dataran rendah sampai dataran tinggi. Begitu pula dengan kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yang spesifik.
2) Kualitas air untuk pemeliharaan belut harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kondisi tanah dasar kolam tidak beracun.
3) Suhu udara/temperatur optimal untukpertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat C.
4) Pada prinsipnya kondisi perairan adalah air yang harus bersih dan kaya akan oksigen terutama untuk bibit/benih yang masih kecil yaitu ukuran 1-2 cm. Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya belut dewasa tidak memilih kualitas air dan dapat hidup di air yang keruh.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1) Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan, kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm.
2) Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri.
3) Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m2. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m2. Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m2. Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m2. Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m2, hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 30-50 cm.
4) Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak perlu diplester.
5) Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yang selalu ada, alat penangkapan yang diperlukan, ember plastik dan peralatan-peralatan lainnya.
6) Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik+ air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut diluncurkan ke dalam kolam.
6.2. Penyiapan Bibit
1) Menyiapkan Bibit
a. Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Di pelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan.
b) Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam.
c. Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. Biasanya belut yang dipijahkan adalah belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm.
d. Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m2. Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur-telur ikan belut menetas. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1,5–2,5 cm. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama ± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan.
2) Perlakuan dan Perawatan Bibit
Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir.
6.3. Pemeliharaan Pembesaran
1) Pemupukan
Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama.
2) Pemberian Pakan
Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali.
3) Pemberian Vaksinasi
4) Pemeliharaan Kolam dan Tambak
Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun.

7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama
1) Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut.
2) Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air dan ikan gabus.
3) Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama.
7.2. Penyakit
Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.

8. PANEN
Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu  :
1) Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan.
2) Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/konsumen).
Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan  peralatan antara lain : bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dengan pancing  atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja.

9. PASCAPANEN
Pada pemeliharaan belut secara komersial dan dalam jumlah yang besar, penanganan pasca panen perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini agar  belut dapat diterima oleh konsumen dalam kualitas yang baik, sehingga mempunyai jaringan pemasaran yang luas.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
10.1.Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya belut selama 3 bulan di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:
1) Biaya Produksi
a. Pembuatan kolam tanah 2 x 3 x 1, 4 HOK @ Rp.7.000,-Rp. 28.000,
b. Bibit 3.000 ekor x @ Rp. 750,-Rp. 225.000,
c. Makanan tambahan (daging kelinci 3 ekor) @ Rp.15.000,-Rp. 45.000,
d. Lain-lain Rp. 30.000,-
Jumlah Biaya Produksi Rp. 328.000,
2) Pendapatan: 3000 ekor = 300 kg x @ Rp. 2.500,-Rp. 750.000,
3) Keuntungan Rp. 422.000,
4) Parameter Kelayakan Usaha 2,28
10.2.Gambaran Peluang Agribisnis
Budidaya ikan belut, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan belut semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen.


NB:
bibit belut ukuran 15 - 20cm, @ 40 -50 ekor /perkilo 60rbu


yang berminat/serius bisa hubungi :  083879470186
pinbb : 793f891a
email : ali.mardaniaja@gmail.com

pembayaran melalui rekening mandiri  : 1640000974545 a/n ali mardani

Selasa, 01 April 2014

Seting Netinstall mikrotik rb 750 ,grouf,sxt versi 5.25 ...ala bang dans

assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

pertama - tama kita harus mempersiapkan alat-alat

1.mikrotik rb 750
2.file mipsbe 5.25 all package
3.file netinstall 5.25 yang bisa didownload dari mikrotik.co.id
4.kabel jaringan 1 meter

okay kita langsung ke tkp..

langkah pertama nyalain rb 750 pasang kabel jaringan ke laptop
berikutnya masukan ip network dilaptob ato pc 192.168.0.2 /24
selanjutnya buka aplikasi netinstall lalu
klik netbooting dan masukan ip network 192.168.0.3 lalu cek list boot server eneble
lalu buka rb 750 di sofware mikrotik diwinbox
dan pilih menu system - ruterboard - seting - lalu pilih boot device dan pilih
try-ethernet-onece-than-nand lalu ok
setelah itu pilih menu system - reboot tunggu samapai rb 750 hidup kembali
fungsinya untuk membaca file agar terdetecsi oleh netinstall pada pilihan boot/ruter pilihan rb750
setelah itu masukan browser file mipsbe all package  kita taro dimy dokumen lalu kita extrak file tersebut dan kita pilih file yang sudah kita extrak dibrowser.
pilih ceklist selec all pada menu file browser mipsbe 5.25 langkah berikutnya klik install pada boot/ruter rb 750...tunggu file yang diinstall akan berjalan
lalu  rb 750 akan mereboot otomatis selesai...

horeeeeeeeee berhasil...semoga berhasil...









Rabu, 11 Agustus 2010

tips menghindari sakit lambung di bulan ramadhan

Sakit maag saat ini sudah menjadi penyakit yang sangat umum diderita oleh masyarakat. Dari survey yang dilakukan di Jakarta tahun 2007 yang melibatkan 1.645 responden diperoleh informasi bahwa pasien dengan masalah sakit maag ini mencapai angka 60 %.

Artinya masalah sakit maag ini memang ada di masyarakat dan tentunya harus menjadi perhatian kita semua. Meskipun begitu masih banyak penderita yang tidak paham mengenai penyakit yang dideritanya tersebut. Penderita punya intrepretasi yang berbeda beda soal penyakit perut itu. Secara umum jika seseorang merasakan sakit pada daerah ulu hatinya maka mereka biasanya langsung menyebutkan bahwa dia menderita sakit maag.
 
Secara medis istilah yang sering digunakan untuk sakit maag ini adalah Syndrom Dispepsia. Secara definisi, Syndrom Dispepsia sendiri adalah kumpulan dari beberapa gejala seperti rasa tidak nyaman di ulu hati, kembung, mual, sering sendawa, cepat kenyang, muntah atau perih pada ulu hati.

Secara garis besar sakit maag ini dikelompokkan menjadi penyakit maag yang organik dan penyakit maag fungsional.  Disebut sakit maag organik bila terjadi kelainan pada organ lambungnya, sedangkan sakit maag fungsional ditetapkan jika dari pemeriksaan tidak ditemukan adanya gangguan pada organ lambungnnya.  Ada atau tidaknya gangguan pada organ lambung ini bisa kita ketahui melalui pemeriksaan endoskopi (teropong lambung).

Penelitian yang dilakukan di Indonesia dan juga yang dilakukan di luar negri menunjukkan bahwa kejadian sakit maag yang fungsional lebih besar dari sakit maag organik, yaitu mencapai 70–80% kasus sakit maag. Penyebab sakit maag fungsional sendiri adalah karena pola makan yang kurang sesuai dan juga faktor psikis.

Pola makan yang tidak teratur dan pilihan makanan yang tidak tepat acapkali menjadi triger terjadinya sakit maag fungsional. Faktor psikis yang dimaksud disini adalah faktor stress dan kecemasan. Termasuk juga pola hidup yang kurang sesuai dan makan yang tidak teratur. Melihat data tersebut, kecenderungan meningkatnya penderita sakit maag sebenarnya dapat dimaklumi, hal ini karena penyebab timbulnya sakit maag sebenarnya adalah karena kesalahan pola hidup.

Cara-cara Atasi Maag


Makan kini bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan jasmani. Meski fungsi dasarnya tetap sebagai sumber tenaga dan mencukupi kebutuhan tubuh akan zat-zat gizi, orang memiliki begitu banyak alasan untuk makan; sama banyaknya dengan pilihan makan itu sendiri.

Orang makan untuk merayakan suatu keberhasilan. Di kalangan bisnis, jamuan makan juga menjadi alternatif untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan mitra. Belum lagi, ada begitu banyak tempat makan yang menawarkan beragam cita rasa, lengkap dengan trik-trik promosi misalnya membeli paket tertentu mendapat ekstra makanan kecil.

Bayangkan apa jadinya jika Anda tidak dapat menikmati hidangan makanan yang lezat-lezat itu karena menderita sakit maag? Tentu menyiksa sekali.

Saat ini tata laksana penting untuk mengatasi sakit maag funsional adalah membatasi makanan dan minuman yang menyebabkan peningkatan produksi asam lambung dan memperlambat pergerakan lambung.

Makanan dan minuman yang harus dihindari adalah:
a. Makanan dan minuman yang banyak mengandung gas dan terlalu banyak serat, antara lain sayuran tertentu (sawi, kol), buah-buahan tertentu (nangka, pisang ambon), makanan berserat tertentu (kedondong, buah yang dikeringkan), minuman yang mengandung gas (seperti minuman bersoda).
b. Minuman yang merangsang pengeluaran asam lambung antara lain: kopi, minuman beralkohol 5-20%, anggur putih, sari buah sitrus, susu.
c. Makanan yang sulit dicerna yang dapat memperlambat pengosongan lambung. Karena hal ini dapat menyebabkan peningkatan peregangan di lambung yang akhirnya dapat meningkatkan asam lambung antara lain makanan berlemak, kue tart, coklat dan keju.
d. Makanan yang secara langsung merusak dinding lambung yaitu makanan yang mengandung cuka dan pedas, merica dan bumbu yang merangsang.
e.  Makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan antara lain alkohol, coklat, makanan tinggi lemak, gorengan.
Kegiatan yang meningkatkan gas didalam lambung juga harus dihindarkan antara lain makan permen khususnya permen karet serta merokok.

Pengobatan Tukak Peptik:


Tujuan :
Menyembuhkan ulkus
Meringankan/ menghilangkan rasa nyeri
Mencegah kekambuhan

Prinsip :
Menghilangkan / mengurangi faktor agresif
Meningkatkan faktor defensif

Obat-obatan


Secara garis besar ada 4 kelompok obat untuk mengatasi permasalahan dilambung yaitu: Antasida (obat penetral asam lambung) seperti: Hydrotalcite, Ca karbonat, Al (OH)3, Mg (OH)3, obat penekan produksi asam lambung seperti: ranitidine, simetidine, famotidine, nizatidine obat-obat ini mempunyai kerja sedang untuk menekan asam lambung obat penekan asam lambung kuat seperti omeprazole, rabeprazole, lansoprazole, pantoprazole, esomeprazole.

Kelompok obat maag lain yang juga sering digunakan yaitu obat pelindung dinding dalam lambung (mukoprotektor) seperti sukralfat, misoprostol, rebamipid, teprenon) dan obat memperbaiki pergerakan lambung (prokinetik) seperti metoklorpropamid, domperidone, cisaprid.

Hydrotalcite Sebagai Formula Mutakhir


Hydrotalcite adalah salah satu formula yang dimiliki oleh Promag dan sebagai golongan antasida paling mutakhir. Hydrotalcite adalah contoh antasida yang memiliki kemampuan lebih baik dibanding antasida lainnya dalam menertralisir asam lambung yang berlebihan.

Hydrotalcite merupakan hydroxymgnesium aluminate complex, yang dengan cepat dalam asam lambung akan berubah menjadi Mg(OH)2 dan Al(OH)3 yang sangat sulit diabsorbsi sehingga efeknya bisa bertahan lebih lama, dan dapat mempertahankan pH lambung normal (pH=4) dalam waktu lama sehingga tidak terlalu asam dan tidak akan menyebabkan efek 'acid rebound' (Dreyer dan Marwiski, Jerman). Selain itu Hydrotalcite juga dapat membantu melindungi mokosa lambung sehingga tidak mudah rusak oleh oleh asam lambung.

Sakit Maag Bisa Sembuh


Pada dasarnya sakit maag bisa sembuh, asalkan dilakukan pengobatan yang menyeluruh dan tepat sasaran. Untuk kasus sakit maag yang fungsional selain mengkonsumsi obat-obatan harus dilakukan upaya untuk menghindari faktor pencetus yang menjadi pemicu kambuhnya sakit maag. Untuk kasus sakit maag yang organik, harus dilakukan upaya menyembuhkan kelainan organic yang terjadi dilambung sehingga sakit maagnya tidak kambuh-kambuh lagi

Senin, 12 Juli 2010